Senin, 09 September 2019

,
Bismillahir-rahmanir-rahim

Ketemu lagi Zheyenk, kali ini emak mau mengulas tentang tahun baru Islam dan keseruannya bersama pengajar dan santri TPQ Al-Mishbah.

1 Muharram adalah awal tahun dalam kalender hijriah. Sebagai umat Islam dapat mempergunakan sebagai sarana muhasabah diri setahun yang telah berlalu, serta untuk membuat resolusi beribadah pada tahun berikutnya.

Agendanya pawai dengan naik kereta mini. Bersama ustadzah dan ustadz. Wali santri boleh ngikutin dari belakang, convoi motor.

Sembari mengabadikan kenangan kelak ketika bercerita tentang masa ini, bisa sambil menunjukkan rangkaian fotonya.




Sore itu, setelah sebagian besar mommy seharian berkutat dengan membuat bendera, aksesoris di kepala, dan membentuk kerudung yang akan dipasangkan pada buah hati. Berkumpullah santriwan-santriwati dengan wajah semringah.

Dari serangkaian acara hal yang paling diminati anak-anak adalah berpawai menaiki kereta mini yang sudah terparkir  di depan masjid sejak mereka datang.




 Setelah muqadimmah disampaikan oleh ustadzah Siti Alfiah, dilanjutkan dengan pembagian kelompok dan doa bersama.




Saatnya menaiki kereta, pawai 1 Muharram 1441 H di mulai. Eh tapi kami pawainya sebelum tanggal 1 Muharram, yang penting eksensinya ya kan mak. Semoga anak kita memahami apa itu 1 muharram. Selipkan cerita awal mula kalender hijriah dong mak. Biar makin yahud. Pe-er nih buat bunda-bunda di rumah.

Baca: Sejarah Penetapan Penanggalan Tahun Hijriah

Eksensi yang kita tanamkan adalah, syiar terhadap khalayak ramai, tentang adanya TPQ di Masjid Al-Misbah. Bagi yang ingin bergabung dipersilakan.

Selain itu sebagai sarana syiar bahwa belajar mengaji di TPQ Al- Misbah, tidak monoton baca-tulis Al-qur'an yang dipelajari. Penanaman aqidah dan akhlaq dengan bernyanyi dan menghafal Al-quran, hadits dan juga mempelajari bahasa Arab.

Momentum yang digunakan adalah tahun baru Islam, tidak dengan berfoya-foya dengan membakar kembang api seperti kaum majusi atau meniup terompet seperti kaum yahudi.

This is it, kenangan buat anak saat dewasa. Ini nih keseruan kalian Nak dengan berdandan setampan dan secantik mungkin. Kelak hal semacam ini akan kalian rindukan.



















Cantik dan ganteng-ganteng ya. Ada yang enggak masuk dalam foto alias ketutupan. Ora popo yo genk, ada video-nya juga. Bisa disimak dalam chanel youtube di bawah ini.



Rutenya lumayan jauh, mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera, bersama teman bertualang. Yang bisa nyanyi, mungkin kita seangkatan. Hehehe ...

Setelah menyelesaikan misi dakwah melalui pawai, dengan mengumandangkan yel-yel dan juga nyanyian khas TPQ, sampailah kereta mini pada garis finish. Balik lagi ke masjid tentunya.

Dilanjutkan dengan fashion show ala-ala, untuk memeriahkan suasana dan menambah kesan mendalam dalam diri ananda. Tersedia karpet merah, kata Mbak Vanya jalan biasa aja, enggak lenggak-lenggok, dan harus membungkuk pada dewan juri.

Melatih mental anak, supaya berani tampil di depan umum. Soal menang itu bonus, yang penting anak menikmati dan tidak grogi.






Dilanjutkan dengan sesi foto bersama, rame ya teman TPQ Mbak Vanya. Beberapa di antaranya Mbak Vanya tidak kenal. Terutama kakak yang sudah besar.























Selang beberapa hari baru diumumkan pemenangnya. Setelah fashion show dan pepotoan, anak-anak diizinkan pulang ke rumah masing-masing.

Alhamdulillah ketika akhirnya Vanya pulang membawa hadiah. Emak tidak begitu paham juara berapa. Yang jelas anak senang, emak juga ikutan senang. Jazakumullah buat panitia dan juga dewan juri.

Emak meredam hasrat, katanya dalam usia Vanya saat ini adalah masa yang tepat untuk menanamkan nilai, bukan menggalang prestasi. Jadi menang itu bonus, apabila tidak, memang masanya ia menuntut ilmu.

Oke, yang paling bawah adalah koleksi jepretan emak narsis. Mohon maaf numpang nge-save yes. Biar memori hape aman.









Sampai ketemu lagi, sekian dan terima kasih zheyeeenk. 🐒

Follow Us @sukmanyamega