Selasa, 18 Juni 2019

,
Hai kawan 😍😍😍
Gambar dari pixabay

Siapa diantara kalian para wanita yang suka mendaki gunung? Kita toss dulu kalau begitu. Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan positif yang sempat menjadi kegemaran saya. E tapi kalau kata emak saya itu lebih banyak mudharatnya dari manfaatnya. Jadi terserah mau yang mana, saya badung sih (ngaku).

Mendaki gunung itu diperlukan stamina yang kuat. Teringat saat pertama kalinya naik gunung. Tidak sampai puncak, ketemu hujan dan badai lalu kita nge-camp di pos III gunung Merbabu. Dan sampai rumah badan terasa remuk redam, terutama pas bangun tidur paha terasa berat.

Itu karena zaman itu saya kurang persiapan, apa-apa tidak bawa, cuma makanan. Dan lagi saya salah kostum, pakai celana berbahan jeans yang ternyata ketika dalam ketinggian, menyerap dingin. Brrr!

Tapi saya tidak lantas kapok malah semakin besar rasa penasaran saya, kuat gak ya sampai puncak? Yang terpenting adalah mengumpulkan tekad untuk sampai puncak. Serta selektif memilih rekan, hanya berpartner dengan yang mau sampai puncak. Hihihi, say no to camp! Meskipun tenda tetap bawa hanya untuk beristirahat menanti pagi.

Kalau bisa sampai puncak itu puasnya minta ampun. Saya suka, saya suka (gaya mei-mei). Agar perjalanan mendaki gunung lancar tanpa hambatan. Perlu disiapkan logistiknya yuk intip apa saja yang musti dibawa.

Gambar dari pixabay


1. Tas Carrier/Ransel/Tas Gunung

Tas gunung atau ransel juga boleh, lebih enak pakai tas gunung karena muat banyak dan ada tempat untuk meletakkan beberapa perlengkapan seperti matras. Ukuran mulai dari kecil hingga yang besar.

2. Senter

Bagi saya senter ini sangat penting jangan mengandalkan rekan, ini kebutuhan individu. Harus bawa sendiri dan jangan lupa bawa cadangan batu baterai ya kawan, karena di gunung tidak ada warung.

3. Logistik atau Makanan

Siapkan makanan yang berkalori dan berkarbohidrat, karena mendaki gunung sangat melelahkan, dibutuhkan banyak stamina. Biasanya saya membawa susu uht, cokelat, mie instan dan telur, roti, biskuit, dan juga air putih yang banyak.

4. Tenda atau Dom

Ini sih bisa perkelompok, tidak perlu bawa banyak. Selain untuk beristirahat, menyimpan tas, juga digunakan untuk berteduh jika hujan deras. Tenda atau dom ini tidak harus memiliki, bisa kita sewa. Dan ukurannya juga bervariasi

5. Peralatan Memasak

Yang bisa dibawa untuk keperluan memasak adalah kompor spirtus, dan juga panci. Bisa digunakan untuk memasak mie instan juga menyeduh kopi atau teh. Air mendidih pun dalam sekejap berubah menjadi hangat, cocok untuk menghangatkan badan. Mie instan ini hukumnya wajib, untuk menghangatkan tubuh, dan rasanya yang enak, menjadi super mewah ketika dipuncak.

O iya tips nih, kalau nyeduh mie instan di puncak, lebih cepat matang jika air panas dimasukkan ke dalam kemasan plastik lalu diikat pake karet. Baru kemudian dituang ke dalam mangkuk untuk dibumbui.

Jangan lupa sampahnya dimasukkan kantong plastik untuk dibawa pulang.

6. Peralatan Makan

Mangkok stainlis steel bisa jadi pilihan, agar tidak penyok atau pecah. Juga sendok dan garpu. Kalau sampai lupa alamat makan terakhir,pinjam punya teman. 😂

7. Pisau dan Gunting

Dua alat ini harus dibawa, ini penting untuk beberapa keperluan. Misal saat mendirikan tenda, saat memasak, serta untuk jaga-jaga saat terluka untuk menggunting perban dan plester.

8. Matras & Sleeping Bag 

Ini untuk kenyamanan ketika tidur guys. Agar tidak langsung tidur di atas tanah, menghindari digigit serangga dan akan membuat badan lebih hangat. Jika tidak memiliki sleeping bag, bisa membawa sarung atau selimut, hihihi gak profesional tapi bisa sebagai solusi.

9. Jaket dan Sandal Gunung

Jaket yang digunakan sebaiknya yang tidak menyerap dingin, berbahan parasut. Atau bisa juga mengenakan jaket rain coat. Selain menghalau udara dingin juga efektif  ketika tiba-tiba turun hujan. Kebayang kan betapa berapa senti jarak antara awan hujan dan kepala. Hujan di puncak serasa dilempari air, berasa banget ke muka dan kepala.

Sandal gunung juga bagus dikenakan, karena perjalanan yang terjal. Bisa juga dengan sepatu, kalau perlu membawa keduanya agar lebih afdol. Bisa kok memakai sandal jepit merk sw***ow itu. Jangan lupa kaos kaki, kupluk, masker.

10. Kamera

Ini harus ya guys. Haruuus banget karena pemandangan di sana indah banget. Bisa untuk selfi-selfi dan untuk mengabadikan momen. Pemandangannya saja ga usah ada orang yang bergaya juga sudah mengesankan.

11. P3K

Obat-obatan harus dibawa serta. Obat sakit kepala seperti paracetamol, obat nyeri seperti asam mefenamat, counterpain salep, obat luka, perban serta plaster. Perlengkapan ini hampir tidak pernah terpakai namun saya selalu membawa. Yang sering terpakai adalah minyak angin, untuk menggosok perut, tangan dan kaki. Dan juga salon pas.

Sekian selamat bersenang-senang dengan mendaki gunung ya guys. Sampai ketemu dengan cerita yang lainnya.

Kamis, 13 Juni 2019

,
Bismillahirrahmanirrahim 💙💙💙


Saya ini ibu rumah tangga yang dikasih kerjaan untuk beberes rumah dan mengurus anak. Job desknya include masak-masak ya, kan itu masuk dalam ranah mengurus anak.

Tapi pembahasan kali ini tentang mendidik anak. Seperti perintah Allah, bahwa jihad wanita adalah mengurus rumah dan anak-anak. Begitu pula yang suami saya harapkan dari diri saya.

Dalam mendidik anak saya perlu setiap hari belajar. Baik belajar dalam memperdalam materi ajar, juga belajar managemen waktu. Beberapa waktu lalu ketika mengikuti matrikulasi Institut Ibu Profesional, saya diberi tugas untuk belajar caranya belajar, bagaimana agar belajar menjadi seru dan nikmat, hingga menjadi candu.

Selain itu juga ditugaskan untuk membuat kurikulum belajar emak di sela waktu nginem. Nah sembari menerapkan kurikulum yang telah saya buat untuk diri saya.

Kini tiba waktunya saya belajar mengaplikasikannya dalam membuat kurikulum bulanan bagi mbak Vanya. Kalau sesuai dengan kurikulum 2013 maka tema awalnya adalah diri sendiri.

Tema : Diri Sendiri

Jika dimasa pra sekolah kemarin, belajar tentang diri sendiri berupa anggota tubuh dan juga panca indera. Maka untuk kali ini emak bisa memperkenalkan organ dalam dan fungsi masing-masing organ.

Setelah menemukan tema maka saatnya mengumpulkan materi. Sepertinya sambil bermain craft agar melekat ingatannya. Butuh buku untuk laporan kegiatan.

Biar kemampuan menulisnya terasah juga. Sebagai dokumen jika kelak akan kita daftarkan legalitas.

Sedikit-sedikit emak juga mempelajari tentang legalitasnya homeschooling. Juga dalam tahap mencari PKBM/SKB terdekat yang terdaftar di dapodik.

Dijelaskan bahwa agar bisa mengikuti ujian kesetaraan maka kita harus melaporkan hasil pembelajaran persemesternya ke PKBM/SKB untuk diinput. Dengan mendaftar pada PKBM, maka anak kita akan memiliki NISN.

Contoh lembaga yang terdaftar di dapodik
Baru dapat datanya saja, belum sempat memilah mana yang bisa digunakan untuk memperoleh NISN anak. Hehe ...

Langkah lain yang saya tempuh adalah dengan mengikuti beberapa komunitas pendidikan ibu. Komunitas parenting, terutama yang Islami. Menimba ilmu dari para pelaku HS, mencari tahu gimana caranya agar sukses.

Barusan masuk pertanyaan ke redaksi, "gimana kalau nantinya hamil dan punya anak bayi?

Jadi musti punya teman seperjuangan yang jauh lebih ekspert dalam HS, dan punya trik n tip jitu dalam mengatasi berbagai kemungkinan.

Dari beberapa komunitas parenting, ada banyak ide bermain dan belajar. Suntikan semangat serta ilmu yang terupgrade dengan sering diadakannya kuliah on line.

Jadi masih dilema sebenarnya untuk mendaftar untuk mendapat nomer NISN, agar kelak bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya. Atau ketika ingin masuk sekolah formal sudah ada laporan persemester.

Sekian dulu cerita saya. Batuk menyerang dan saya juda sudah ngantuk. Dilanjut besok yaaaa ....

Rabu, 12 Juni 2019

,
Bismillahirrahmanirrahim 💚💚💚


Bulan ini adalah bulan dimana Vanya terima ijazah TK-nya. Itu artinya tahun ajaran baru ini dia masuk sekolah dasar. Tapi tidak untuk kali ini gaes.

Mbak Vanya dan Mama sepakat untuk belajar di rumah. Awalnya mama curhat sama sahabat yang berprofesi guru dan yang ia pelaku homeschooling.

Curhat kalau Vanya ga bisa masuk ke SDIT pilihan kami, yang dari awal masuk (kelas satu) sudah dipisah kelas antara murid perempuan dan laki-laki.

Sebenarnya ada alternatif lain, namun kami rasa belum sesuai dengan harapan kami. Jadi untuk tahun ini kami akan fighting belajar bersama di rumah.

Tahun ini inshaAllah akan ada dua murid emak, Vanya dan adik Aida. Huhuy ... dream come true, ngajar ... Ngajar anak sendiri.

Emak udah mulai menyiapkan diri dengan mendonwload kurikulum 2013 untuk SD dan madrasah. Agar kami memiliki acuan, dan bila nanti kami berniat mendaftarkan kesetaraan agar anak memiliki ijazah.

Hasil diskusi dengan teman yang berprofesi guru adalah, mendukung karena Vanya sosialisasinya sudah sangat bagus, jadi tidak akan bermasalah dengan hal itu.

Lalu hasil berdiskusi dengan sahabat pelaku homeschooling, memberi support penuh, bahkan memberi tahu bahwa tidak perlu mengikuti kurikulum dari pemerintah, tergantung dengan visi misi keluarga.

Ini menarik bagi saya, jadi kelak anak kita diarahkan untuk menjadi seorang enterpreneur, sesuai dengan bakat minat anak. Apalagi dengan isu saat ini yang menyatakan anak harus lulus semua mata pelajaran dengan nilai tinggi.

Dalam hal ini akan terjadi yang namanya meratakan lembah. Bakat dan minat anak ditenggelamkan dan akan muncul pelajar yang bernilai standar. Diseragamkan pola pikirnya, dibuat frustasi dengan kelemahan yang harus tetap bernilai unggul. Hasilnya mencontek agar semua mata pelajaran lulus.

Tapi ini yang membuat saya makan tak enak dan tidurpun tak nyenyak. Saya ini adalah sosok yang tidak suka dengan keteraturan (menurut temubakat.com). Dan buruk dalam hal administratif.

Tapi untuk berkomunikasi dan mengajar ada bakat di situ. Bismillah, semoga Allah memudahkan dan melimpahkan saya sahabat yang bisa mensupport dan memberi saya masukan dan ilmunya tentang homeschooling.

Semoga tahun pertama ini gemilang ya guys, tahap awal ini saya sedang mendekor rumah nih agar sesuai dengan kebutuhan. Agar anak semangat untuk belajar dan bertanya. Sepertinya awalan ini saya akan menggunakan kurikulum pemerintah, namanya juga babah-babah, membuka jalur awal dalam otak saya biar nanti muncul ide briliant untuk mengantar anak bertemu dengan misi hidupnya.

Eeeeeaaaaaa

Kalau ditanya tentang Visi Misi kami adalah mendidik anak sesuai apa yang Allah mau. Menjadikan anak shalehah, cerdas, berakhlak Rasulullah SAW, hidupnya bermanfaat bagi banyak orang dan mati masuk surga. Aamiin

Sekian. Bersambung ya guys cerita saya. 💚💚💚

Sabtu, 08 Juni 2019

,
Pecinta film laga cung hand, mana suaranya ...


Film ini menurut saya menjadi salah satu film yang harus ditonton oleh peminat film action. Ber-setting Jakarta 2036, saat kondisi Indonesia sudah aman terkendali. Indonesia di masa ini telah mengalami perubahan. Dari negara yang mayoritas beragama Islam menjadi negara dengan Islam minoritas.

Apa yang terjadi?

Dikisahkan bahwa Indonesia di tahun 2026 mengalami revolusi besar-besaran, diawali dengan pertikaian antara dua kubu Islam bersorban merah dengan Islam bersorban hitam. Pertikaian antara umat Islam garis keras atau radikal ini membuat terjadinya revolusi besar-besaran. Aparat berhasil meringkus pelaku kejahatan.

Setelah itu disepakati bahwa aparat penegak hanya boleh menggunakan peluru karet dalam melumpuhkan para penjahat. Sehingga banyak diantara aparat penegak hukum maupun penjahat atau para santri dalam lingkungan pesantren yang mahir membela diri dengan ilmu silat.

Menurut saya kualitas film ini bagus, imajinasi tentang Jakarta di tahun 2036 di gambarkan dengan apik. Gadget yang dipergunakan dalam film sangat mendukung. Begitu juga dengan pembagian porsi antara asmara, pertarungan, persahabatan serta agama sesuai.

Dalam film ini menceritakan tiga orang sahabat masa kecil yang dibesarkan bersama dalam pondok pesantren. Mereka digembleng bersama dalam belajar ilmu silat juga ilmu agama. Ketiganya tumbuh menjadi tiga sosok dengan idealisme yang tinggi.

Mereka adalah Alif, Herlam dan juga Mimbo. Film ini dirilis di tahun 2015, di bioskop, namun baru tiga minggu penayangan dengan jumlah penonton 124.150 ribu. Terjadi penjegalan, film ini diturunkan dari bioskop, meskipun masih banyak peminat.

Saya pun baru belakangan ini menonton film keren ini. Bagi saya pecinta film laga dan juga horor, ini adalah film indonesia yang berbobot.

Tiga bersahabat ini masing-masing menggapai cita-citanya. Alif sebagai aparat penegak hukum, ia ingin menghukum penjahat. Berkenaan dengan kisah masa lalunya sebelum ia hidup di pesantren, ayah dan ibunya meninggal ditembak oleh penjahat. Sedangkan Herlam berhasil menjadi jurnalis ternama di Libernesia, beberapa kali mendapatkan penghargaan dari tulisannya yang idealis, berani dan jujur dalam menyampaikan berita. Sedangkan Mimbo, memilih terus berada dalam pesantren menjadi seorang ustaz, menjadi pendakwah, memajukan Islam hingga kelak membawanya mati dalam keadaan khusnulkhatimah.

Ketiganya dipertemukan kembali, ketika terjadi pemboman di cafe tempat kekasih Alif bekerja. Wacana publik mengarah pemboman dilakukan oleh teroris yang berada dalam pondok pesantren Al-Ikhlas yang diasuh oleh Kyai Mukhlis, tempat Alif, Lam dan Mim dibesarkan.

Sehingga turun surat penangkapan Kyai Mukhlis yang dipimpin Alif dalam penjemputan sang Kyai. Disana Mim telah menghadang, adu silat terjadi disini. Suasana makin heroik ketika setting lokasi dibuat dalam keadaan hujan. Pertarungan dilerai oleh Kyai Mukhlis, dan langsung menanyakan perihal surat penangkapan dirinya.

Di sisi lain Lam merasa terpanggil untuk menyatukan dua sahabat yang bertikai. Unsur religi sangat mendalam namun kelihaian penulis skenario sehingga pemirsa tidak merasa dicekoki dengan dakwah. Namun syarat akan muatan dakwah.

Alif tergabung dalam pasukan elit Detasemen 38 : 80-83. Jika kita membuka Al-qur'an surah 38 (Shad) ayat 80-83, memiliki arti sebagai berikut :

Sumber : www.quran30.net

Empat ayat Al-qur'an tersebut merupakan percakapan antara Allah SWT dengan Iblis saat diusir keluar dari surga. Allah mengabulkan keinginan Iblis agar tetap hidup hingga kiamat untuk menyesatkan hamba-Nya, kecuali hamba-hamba-Nya yang mukhlis.

Indonesia tahun 2036 dalam film ini, diceritakan telah menganut faham liberal, yang mana sekelompok orang beragama dianggap tabu, agama hanya dianggap sebagai biang kerusuhan, sehingga kebebasan beragama sudah terkekang. Bahkan dalam komunitas orang-orang beragama diasingkan, dan dipandang sebelah mata. Tatapan tak bersahabat serta mulut memperolok.

Alif yang merasa kekasihnya terbunuh dalam pemboman, membuatnya memusuhi Mim. Namun Lam membawa cerita baru bahwa ia bertemu dengan Laras (kekasih Alif), Laras masih hidup. Alif yang beranggapan bahwa aparat penegak hukum seperti dirinya dalam posisi yang benar, kini mulai merasa tak percaya diri.

Hingga ketika istri Lam, menjadi korban dan anaknya hampir meninggal tertembak. Menguatkan dugaan Alif bahwa Kolonel Mason, atasan Alif merupakan dalang pemboman di cafe kala itu.

Tak lama Laras yang ternyata aslinya bernama Nayla, Kolonel Nayla, dan Alif dipertemukan dalam satu meja oleh Kolonel Mason. Dalam pertemuan itu ada sosok misterius yang dalam dialognya mengucapkan kalimat sebagai berikut.

"Pasti kamu berpendapat kami ini iblis Lif, membuat perang dan kekacauan membunuhi semua orang. Kami memang Iblis Lif, kehadiran kami ini diperlukan karena hal buruk itu perlu menciptaksebetulan kebaikan, kamilah yang mengendalikan." 
Beberapa adegan membuat saya merasa tertantang dan penasaran hingga saya putar ulang. Bahkan beberapa percakapannya menarik untuk saya dengar ulang.

"Tidak Mim, aku tidak akan pergi dari sini, aku hanya akan pergi ketika aku dinyatakan bebas," penggalan percakapan Kyai Mukhlis dengan Mim.
"Jangan Mim, kita ini bukan pembunuh, Islam tidak mengajarkan kita menjadi pembunuh," ucap Kyai Mukhlis
Ending kisah ini tidak betul-betul selesai. Seolah ini adalah kisah Alif Lam Mim (3) jilid 1, penonton dibuat penasaran kisah lanjutannya. Aksi silatnya membuat saya ingin belajar silat juga, kali saja nanti hidup di zaman seperti itu. Biar seperti istri Lam yang jago silat atau tokoh wanita Laras, yang belakangan dikenal dengan nama Kolonel Nayla.

Saya mah, diadu sabung waktu belajar bela diri zaman sekolah dulu, keok. Menyisakan pilu, malu dan kaki pincang, bengkak karena kesleo terkena tendangan lawan. Hiks.

Senin, 03 Juni 2019

,
Bismillahirrahmanirrahim ❤❤❤

Hai-hai emak rempong sejagad raya. Yuk berbagi tips dalam mengajari anak berpuasa. Alhamdulillah sulungku kala itu berhasil puasa full day sejak umur 56 bulan.

Yang pertama saya ajarkan adalah pengenalan tentang puasa kepada anak sedari usia 3 tahun. Mereka mulai paham apa itu puasa Ramadhan dan bagaimana menjalaninya.

Pengenalannya berupa memberitahukan kepada anak bahwa orang tua sedang menjalankan puasa. Ketika anak menanyakan kenapa hanya dirinya yang dibuatkan minuman dan disediakan makan siang.

Terkait dengan kebiasaan keluarga, bahwa kami makan bersama ketika sarapan, makan siang dan juga makan malam. Jadi ketika hanya dirinya saja yang makan di saat siang hari maka si anak akan bertanya dan merasa kurang berselera makan siang.

Berawal dari Vanya yang ketika makan ingin sekali barengan dengan saya. Dan selalu ingin menyuapi saya karena hanya dirinya saja yang makan. Maka emak mengatakan kalau emak sedang berpuasa.

"Apa itu puasa Ma?" tanya Vanya kala itu.

Puasa itu tidak boleh makan dan minum saat siang hari. Nanti Mama akan makan kalau udah azan maghrib. Begitulah awal mula pengenalan puasa bagi Vanya. Jadi ketika masuk waktu berbuka Vanya menjadi bersemangat meminta pangku dan disuapin menu takjil buatan mama.

Ketertarikan berbuka puasa ini sejak usia Vanya dua tahun. 
Ketika berusia 3,5 tahun emak mulai mengenalkan Vanya dengan kegiatan sahur. Sesekali emak bangunkan untuk sahur, terutama ketika ada anak-anak atau bapak-bapak yang berkeliling membangunkan orang untuk sahur. Ia mengintip di jendela sambil ikut menyuarakan kata "sahur".

Beberapa kali melakukan sahur, ikut melakukan santap sahur, meskipun di pagi hari meminta dibuatkan susu atau minta makan pagi lagi. Biasanya sembari emak carikan film kartun di televisi.

Ramadhan saat usia Vanya 56 bulan, tiga bulan menjelang bulan Ramadhan. Emak sudah bercerita bahwa puasa Ramadhan akan datang lagi. Membuat Ramadhan couthdown dan juga membelikan mbak Vanya buku Ramadhan.

Baca juga :
Review Buku Catatan Seru Ramadhan Kami

Dari situ muncul rasa tak sabar menunggu bulan suci itu tiba. Emak juga menyiapkan banyak amunisi, seperti printable Ramadhan dari Indonesia Montessori. Serta mencari aktivitas sesuai kegemaran anak di pinterest yang bertemakan Ramadhan.

Emak perlihatkan semua dan ceritakan bahwa nanti ini akan kita kerjakan sewaktu mbak Vanya belajar berpuasa. Penuh semangat waktu melihat banyak kegiatan seru menanti di bulan Ramadhan.

Berlanjut tips memberi semangat saat anak memulai puasa pertamanya.

Saat Vanya melakukan puasa pertamanya, emak memberi support dengan mengiming-imingi hadiah berupa crayon berisi 60 warna. Sebagai hadiah jika Vanya berhasil puasa full day di hari pertama Ramadhan.

Selain itu mama juga menyiapkan mading  (Majalah Dinding), ketika berhasil berpuasa maka akan mewarnai gambar bintang di mading. Di mading juga terdapat aktifitas pengamatan bentuk bulan setiap harinya. Mulai dari bulan sabit hingga purnama, hingga bulan sabit lagi.



Tentang hari pertama berpuasa, mbak Vanya terngiang-ngiang dengan janji emak untuk membelikan pewarna besar, dengan bayak warna. Beberapa sebelumnya mbak Vanya emak ajak ke toko atk untuk melihat pewarna yang kelak mama akan berikan, sembari mama membeli kertas manila, hvs dan juga kertas origami untuk amunisi crafting.

Karena tawaran emak yang sangat menggiurkan itu, mbak Vanya enggan berbuka puasa pas dengar adzan zuhur berkumandang. Ia ikut pesantren kilat di masjid. Setelah shalat dzuhur pualng lalu sampai rumah tertidur pulas. Sehabis tidur, emak ajak mbak untuk mandi, agar segar kembali. Setelahnya beraktivitas suka-suka.

Jam menunjukkan pukul 17.00, saat mbak Vanya merasa sangat lapar dan haus. Ia meminta untuk berbuka saat itu saja. Namun emak mengingatkan bahwa ini tinggal sebentar lagi dan mengajak mbak Vanya bermain dengan cat air. Melukis sesuka hati.





Gambar mbak Vanya kali ini gak ada judulnya. Sekedar mengisi #haripertamapuasa atau #puasaharipertama . Jadi ceritanya gini Mbak Vanya ini udah jam setengah 5 sore mau minta buka puasa. Kan sayang yes! Ujung2nya kita bikin kegiatan Finger Painting n painting pake kuas juga...karena hal itu yang masih jadi favorite mbak Vanya. Terserahlah mau bikin apa, biasanya suka ada ceritanya. Kaya tadi pas pesantren kilat. Tugasnya menyambung huruf bertuliskan Ra Ma Dhan sampai 5 baris. Tapi habis itu mbak berkreasi sendiri yang katanya gambar tangan dan kuku. Lanjut Gambar lonjong persis lintah...eh pas ditanya, itu gambar apa...Gambar lintah haus darah, ini lihat darahnya baru ada segini, masih butuh banyak, hati-hati ma nanti disedot darahnya loh. Tapi yang itu memang gak ada ceritanya sama sekali. Btw kasih selamat dong ke mbak Vanya yang goal puasa di hari pertama belajar puasa. Mbak Vanya puasa sampe maghrib. Dan boleh kan yes, kalau gambar tadi diberi judul "puasa pertama is goal". #VanyaHasnaQonita #4tahunlewat #hampir5tahun #puasapenuh #puasagoal #belajarberpuasa #Ramadhanmubarok #Ramadhankareem #pesantrenkilat #pesantrenramadhan_kids #happy #congratulation
Sebuah kiriman dibagikan oleh Sukma Meganingrum (@sukmanyamega) pada

Moodnya langsung membaik, antusias untuk mewarnai. Sembari menemani mbak Vanya mewarnai emak menyiapkan menu berbuka puasa. Sengaja memilih waktu menjelang berbuka agar mbak Vanya tidak tergoda oleh aromanya. Tips penting ini kalau menurut emak.

Membersamai anak yang sedang berjuang dengan aktivitas seru. Dan memasak ketika mendekati waktu berbuka.

Hari pertama mbak Vanya goal, puasa sampai maghrib. Artinya emak musti dengan senang hati memberikan reward.

Hari-hari selanjutnya mbak Vanya merasa lebih mudah menjalani harinya. Ketika ngambek kadang mengancam ingin membatalkan puasa. Tapi ketika emak berniat mengambilkan makanan dan minuman, selalu dicegah olehnya. Cuma gertakan sambel saja.

Jadi apa yang perlu dilakukan dalam mengajari anak berpuasa?

  1. Pengenalan puasa sejak dini disesuaikan umur, bisa dengan media buku atau cerita.
  2. Buat anak jatuh cinta dengan bulan suci Ramadhan
  3. Siapkan aktivitas seru menjelang ramadhan dan ketika menjalankan ibadah Ramadhan
  4. Berikan reward, ingat bukan memberi imbalan atas puasanya. Namun mengajari anak berjuang mendapatkan pahala atau reward dengan bepuasa.
  5. Memuji anak dengan pencapaiannya
  6. Mengajak anak melakukan sahur, agar anak kuat dan nutrisi terjaga
  7. Berbuka dengan buah lalu setelah shalat maghrib makan nasi.
  8. Ajak anak makan menjelang tidur malam atau setelah tarawih. Supaya nutrisinya tetap terpenuhi dan kesehatan tetap terjaga.
  9. Jangan lupa multivitamin agar daya tahan tubuh anak tetap terjaga.
Sekian dari saya, info receh mengenai bagaimana Vanya belajar berpuasa. Semoga bermanfaat.

Follow Us @sukmanyamega