Jumat, 15 Desember 2017

Toilet Training??? Antara Tips & Implementasi


Bismillahirrahmannirrahim

Blog masih sepi pengunjung tapi emak-emak lagi semangat-semangatnya ngeBlog. Marilah kita curahkan yang terlambat tercurahkan. Beberapa bulan lalu adek Aida lulus Toilet Training. Dan itu Pencapaian yang besar antara Emak dan Anak. Mari kita cocokkan antara Tips dan Implementasinya. Benarkah efektif? Cekibroooot... Mommy...


Umumnya, anak siap menjalani toilet training pada saat berusia 1 tahun 6 bulan, tapi kebanyakan anak siap memulainya pada saat berusia 1 tahun 10 bulan hingga 2 tahun 6 bulan.  Dan ini mama salah itung, dek Aida ternyata baru berusia 17 bulan alias 1 tahun 5 bulan. 


Waktu itu kami baru tiba di our home  setelah 2 tahun ngebolang ke tempat mertua dan juga ortu sendiri. Karena hamilnya agak rewel jadi minta bantuan keluarga buat ajakin mbak Vanya main. 😢😢😢😢 (out of topic) 


Balik ke topik, sampe di rumah, Emak siapkan hati untuk mengajari adek aida toilet training. Mari kita catat dahulu ya tipsnya. Tanda untuk mengetahui kesiapan fisik anak adalah :



  • Anak memperlihatkan ekspresi saat menahan BAK atau BAB.
  • Popok kering saat bangun tidur atau setelah dua jam pemakaian.
  • Tidak BAB di popok saat malam hari.
  • BAB terjadi pada waktu yang sama tiap harinya atau pada waktu yang tidak bisa diprediksi.
  • Anak mampu melepas dan memakai pakaian serta mampu berkomunikasi dengan Bunda tentang pemakaian toilet.
Berbeda dengan kesiapan fisik, kesiapan secara emosional butuh waktu yang lama. Berikut ini adalah tanda-tanda anak sudah mencapai kesiapan emosional.


  • Anak akan memberitahu ketika diapernya kotor dan meminta untuk diganti dengan yang baru.
  • Dia lebih memilih memakai celana dalam ketimbang popok.
  • Menunjukkan ketertarikannya ketika Bunda memakai kamar mandi.
  • Memberitahu Bunda ketika dia ingin pipis.
  • Bersemangat mengikuti semua proses toilet training.
Nah berpedoman dari kitab yang bertebaran di media online. Kita coba terapkan. Minggu pertama emak berniat mengenalkan dengan toilet. Emak coba, kalau siang hari dek Aida tidak memakai diapers. Langkah awalnya, ketika 1 jam dari sehabis mandi emak ajak adek untuk pipis. Sambil digandeng tangan, "Yuk dek, kita pipis di Toilet." 
Langsung berhasil pipis?  Tidak. "Oh, ternyata adik belum mau pipis ya?, nanti kalo mau pipis bilang ya. Pipis harus dikamar mandi." Adek Aida sih cuman manggut aja. Dan selang beberapa lama emak mengajak aktivitas itu terus ke adek. Awal-awal dia masih suka pipis ngucur gtu aja, ya kan biasanya juga ngucur gtu aja di diaper. Kita lanjut lagi 2 jam setelahnya diajak ke toilet meski lagi asyik main emak bopong ke kamar mandi, sambil mengucapkan kalimat yang sudah emak sebut di atas. 
Setelah seminggu baru menunjukkan hasil. Dia bilang, "Mama pipis"  tapi sambil bocor ngucur ditempet. Tak apalah dia sudah mampu mengenali tanda mau pipis dan mengucapkannya. Langsung emak ajak ke Toilet, sambil dikasih tau, "kalo pipis disini, celananya dicopot dulu. Pipis dicelana bau. Ihh bau. "
Menurut saya kegiatan toilet training anak kedua ini lebih mudah. Karena dia punya role model kakaknya sendiri. Yang tiap mau pipis, bilang dan lari ke Toilet. Lebih mudah dimengerti oleh dek Aida ketika meniru apa yang mbak Vanya kerjakan. 
Next week, adek udah mulai mengerti dan mencoba menahan pipis sebelum sampe toilet. Dan mama ajarin juga kan BAB di kamar mandi. Yang lebih dulu berhasil yang BAB, karena dek Aida suka kentut bau sebelumnya. Jadi mama sudah paham dan tinggal mengarahkan cara menggunakan toilet yang aman dan bisa dek Aida mudah melakukannya. Atur sendiri lah ya Mom. 
Tapi... yang ada sekarang mau eek ataupun mau pipis, dek aida bilangnya,  "Aak ma aak. Hehe.... Ora popo itu masih wajar kok yang penting bisa ke toilet kan. Waktu umur 17 bulan dek aida nyebut Eek dengan Aak.
Minggu selanjutnya Emak coba kalau malam tidak pake diaper, jadi sebelum bobok diajak pipis dan sekalian gosok gigi. Sama seperti mbak Vanya n Abi. Hari pertama sudah berhasil nih. Mama lanjut lagi dong ke malam-malam berikutnya. Dihari berikutnya adek Aida malah bangun tengah malam karena pingin pipis. Ooohhhh so sweet banget sih. Jadi emak sih udah yakin Aida bebas diaper dari saat itu, namun emak masih mengujinya dalam beberapa hari untuk memastikan hasilnya. 

Conclusionnya : Bagi saya dan dek Aida tips2 itu effective.  Adek Aida mulai toilet training dari 18 Maret -  28 April 2017.1 bulan lewat 10 hari. Dan lulus TT diusia, 18 bulan lebih 3 hari. 


Jadi tipsnya apa aja nih?  Silahkan disimak tipsnya 


  • Kenalkan anak kepada toilet
  • Pilih pispot (kalo saya langsung ke toiletnya). 
  • Ajak anak saat Anda beraktivitas di toilet. 
  • Sounding terus, bahwa pipis dan eek harus di toilet
  • Dan ini yang jarang diingatkan, pastikan suasana hati dan kondisi tubuh bunda Vit ya. 

Semangat mencoba, antara tips dan implementasi selalu berbeda cerita ya. Yang jelas jangan lupa ajari anak membersihkan alat kelamin, mengguyur bekas pipis or BABnya. Tidak lupa juga ajari anak membersihkan tangan dengan sabun ya. Agar selalu bersih. 

http://www.alodokter.com/anak-anda-sudah-siap-diberikan-toilet-training

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us @sukmanyamega