Rabu, 27 Desember 2017

,
Jumpa lagi para bunda dengan berbagai cerita tentang motherhoodnya.



Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang pilek. Virus Pilek atau Flu gampang sekali terpapar oleh anak-anak kita. Terutama mbak Vanya, putri Sulung kami ini mudah tertular Flu. Minum Es, Hujan-hujanan terkadang tidak membuat dia lantas terkena virus Flu. Tapi ketika bermain dengan teman yang terkena Flu dia langsung tertular 😩😩😩. Ini emak sudah bekali-kali eksperimen ya...
Sedang kita sebagai Emak suka gak enak hati kalau mau bilangin anak kita untuk, "jangan dekat-dekat dengan teman yang pilek".  Kesannya horor banget kalo sampe bilang begitu itu. Apalagi anak saya yang suka ceplas-ceplos ngomongnya. Saya mikir dua kali buat kasih tau hal itu, takut orang tua anak yg pilek tersinggung.

Kenapa sih ribet banget cuman "Pilek"  aja. Gak usah diobati juga ntar sembuh kok, pilek doang mah. Jadi inget sama wejangan Ibu saya inih perihal itu. Dulu waktu anak pertama, baru-barunya jadi orang tua. Saya dan suami kalo anak sakit langsung ke dokter. Dan ibu saya kasih wejangan, kalo pilek doang mah gak usah buru-buru dibawa ke dokterlah, diemin juga lama-lama sembuh, kalo dikit-dikit obat kasihan Vanya, kata Ibu.

Dan itu ternyata tidak berlaku untuk Vanya, mbak Vanya waktu itu berumur kurang lebih 1 tahun. Yang saya ingat, dia belum bisa bicara dengan jelas. Ketika bermain dia menangis Histeris sambil menarik2 daun telinga dan menjambak-jambak rambut di sekitar telinga. Emak yang waktu itu sendirian ditanah rantau karena Abi Vanya sedang masuk kerja kebingungan. Mama coba senterin telinga Vanya, siapa tau ada serangga yang masuk, ternyata nihil.

Akhirnya kita pergi ke dokter THT, bertanya oada ahlinya karena mbak Vanya masih meronta dalam selang beberapa waktu. Sampai disana yang petama ditanyakan pak dokter adalah, Anak ibu sedang pilek?  Saya mengatakan tidak, sudah beberapa hari sembuh, tidak terlihat meler lagi dok. Lalu pak dokternya menjelaskan kalau sakit itu terjadi karena ingus tidak keluar dan menyumbat Tuba Eustachius,bisa menyebabkan infeksi telinga.

Infeksi pada telinga lebih mudah terjadi pada anak-anak, karena bentuk tuba eustachius anak lebih lebar, lebih horisontal dan lebih pendek daripada orang dewasa. Tuba eustachius adalahsaluran yang menghubungkan telinga tengah dan rongga hidung dan mulut. Selain itu rendahnya imunitas tubuh, kebiasaan memasukkan benda ke mulut serta pilek yang berulang akan rentan menyebabkan anak lebih rentan terkena infeksi telinga.

Saat itu telinga mbak Vanya belum mengeluarkan cairan, obat yang diberikan obat flu,  antibiotik dan tetes telinga. Tapi ketiga obat itu belum menunjukkan reaksi hingga akhirnya keluarlah cairan dari telinga mbak Vanya. Kami awam soal hal ini, dan buru-buru pergi ke dokter THT rumah sakit lain untuk membantu pengobatan mbak Vanya.

Secara medis, kejadian ini terjadi karena penyumbatan di telinga tengah (jika tidak ada penyumbatan telinga tengah bisanya steril), sehingga kuman bisa masuk ke telinga tengah. Hal ini disebut Otitis Media Akut (OMA). Karena pilek yang mengakibatkan penyumbatan telinga tengah dan menjadi rentan dimasuki kuman, sehingga kondisi telinga tengah menjadi negatif dan cairan keluar melalui pembuluh kapiler ke liang/lubang telinga.

Gejala OMA ini biasanya anak Demam tinggi, tidak nafsu makan, mengeluh sakit ditelinga, susah tidur, ketika tidur tiba-tiba teriak menjerit-jerit. Sakit ini berulang lagi kemaren pada mbak Vanya yang sudah berusia 5 tahun. Malam hari mbak Vanya nangis terus, sambil memegang telinga, dia bilang mak, coba lihat mbak Vanya gondongen lagi ya?  Sakit banget ma kupingnya. Tapi tidak ada tanda gondongen, tapi memang dia demam tinggi. Tidak bisa tidur, menangis sepanjang malam. Pagi hari sampai siang saking ngantuknya tidur terlelap lalu menjerit-jerit mengeluh telinganya sakit. Berulang kali ketika mulai terlelap, terbangun dengan erangan kesakitan. Sampai akhirnya keluar cairan bening dari liang telinga.

Karena Emak dan Abi kurang yakin bisa membersihkan sendiri dengan situasi mbak yang heboh ketika di sentuh telinganya, akhirrnya kembali ke dokter THT, kali ini dengan sudah mengantongi pengalaman sakit telinga dimasa 1 tahun mbak Vanya. Dan penjelasannya pun sama, dikarenakan pilek. Dan kembali telinga mbak Vanya divacuum untuk mengambil cairannya. Setelah itu juga masih harus dibersihkan sendiri dengan cairan pembersih dan tetes telinga.

Obat yang harus diminum adalah, obat penurun demam serta pereda sakit (paracetamol), anti biotik dan racikan obat flu. Yah ini memang murni tercipta karena adanya Flu atau pilek.

OMA ini kalau tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan pengumpulan nanah di telinga tengah dan bisa berakibat pada infeksi telinga yang lebih rumit, parah dan berakibat pada pendengaran. Untuk info lebih jelasnya bisa langsung ke dokter THT ya bunda, jika anak mengalami hal yang sama seperti mbak Vanya.

Jumat, 15 Desember 2017

,

Bismillahirrahmannirrahim

Blog masih sepi pengunjung tapi emak-emak lagi semangat-semangatnya ngeBlog. Marilah kita curahkan yang terlambat tercurahkan. Beberapa bulan lalu adek Aida lulus Toilet Training. Dan itu Pencapaian yang besar antara Emak dan Anak. Mari kita cocokkan antara Tips dan Implementasinya. Benarkah efektif? Cekibroooot... Mommy...


Umumnya, anak siap menjalani toilet training pada saat berusia 1 tahun 6 bulan, tapi kebanyakan anak siap memulainya pada saat berusia 1 tahun 10 bulan hingga 2 tahun 6 bulan.  Dan ini mama salah itung, dek Aida ternyata baru berusia 17 bulan alias 1 tahun 5 bulan. 


Waktu itu kami baru tiba di our home  setelah 2 tahun ngebolang ke tempat mertua dan juga ortu sendiri. Karena hamilnya agak rewel jadi minta bantuan keluarga buat ajakin mbak Vanya main. 😢😢😢😢 (out of topic) 


Balik ke topik, sampe di rumah, Emak siapkan hati untuk mengajari adek aida toilet training. Mari kita catat dahulu ya tipsnya. Tanda untuk mengetahui kesiapan fisik anak adalah :



  • Anak memperlihatkan ekspresi saat menahan BAK atau BAB.
  • Popok kering saat bangun tidur atau setelah dua jam pemakaian.
  • Tidak BAB di popok saat malam hari.
  • BAB terjadi pada waktu yang sama tiap harinya atau pada waktu yang tidak bisa diprediksi.
  • Anak mampu melepas dan memakai pakaian serta mampu berkomunikasi dengan Bunda tentang pemakaian toilet.
Berbeda dengan kesiapan fisik, kesiapan secara emosional butuh waktu yang lama. Berikut ini adalah tanda-tanda anak sudah mencapai kesiapan emosional.


  • Anak akan memberitahu ketika diapernya kotor dan meminta untuk diganti dengan yang baru.
  • Dia lebih memilih memakai celana dalam ketimbang popok.
  • Menunjukkan ketertarikannya ketika Bunda memakai kamar mandi.
  • Memberitahu Bunda ketika dia ingin pipis.
  • Bersemangat mengikuti semua proses toilet training.
Nah berpedoman dari kitab yang bertebaran di media online. Kita coba terapkan. Minggu pertama emak berniat mengenalkan dengan toilet. Emak coba, kalau siang hari dek Aida tidak memakai diapers. Langkah awalnya, ketika 1 jam dari sehabis mandi emak ajak adek untuk pipis. Sambil digandeng tangan, "Yuk dek, kita pipis di Toilet." 
Langsung berhasil pipis?  Tidak. "Oh, ternyata adik belum mau pipis ya?, nanti kalo mau pipis bilang ya. Pipis harus dikamar mandi." Adek Aida sih cuman manggut aja. Dan selang beberapa lama emak mengajak aktivitas itu terus ke adek. Awal-awal dia masih suka pipis ngucur gtu aja, ya kan biasanya juga ngucur gtu aja di diaper. Kita lanjut lagi 2 jam setelahnya diajak ke toilet meski lagi asyik main emak bopong ke kamar mandi, sambil mengucapkan kalimat yang sudah emak sebut di atas. 
Setelah seminggu baru menunjukkan hasil. Dia bilang, "Mama pipis"  tapi sambil bocor ngucur ditempet. Tak apalah dia sudah mampu mengenali tanda mau pipis dan mengucapkannya. Langsung emak ajak ke Toilet, sambil dikasih tau, "kalo pipis disini, celananya dicopot dulu. Pipis dicelana bau. Ihh bau. "
Menurut saya kegiatan toilet training anak kedua ini lebih mudah. Karena dia punya role model kakaknya sendiri. Yang tiap mau pipis, bilang dan lari ke Toilet. Lebih mudah dimengerti oleh dek Aida ketika meniru apa yang mbak Vanya kerjakan. 
Next week, adek udah mulai mengerti dan mencoba menahan pipis sebelum sampe toilet. Dan mama ajarin juga kan BAB di kamar mandi. Yang lebih dulu berhasil yang BAB, karena dek Aida suka kentut bau sebelumnya. Jadi mama sudah paham dan tinggal mengarahkan cara menggunakan toilet yang aman dan bisa dek Aida mudah melakukannya. Atur sendiri lah ya Mom. 
Tapi... yang ada sekarang mau eek ataupun mau pipis, dek aida bilangnya,  "Aak ma aak. Hehe.... Ora popo itu masih wajar kok yang penting bisa ke toilet kan. Waktu umur 17 bulan dek aida nyebut Eek dengan Aak.
Minggu selanjutnya Emak coba kalau malam tidak pake diaper, jadi sebelum bobok diajak pipis dan sekalian gosok gigi. Sama seperti mbak Vanya n Abi. Hari pertama sudah berhasil nih. Mama lanjut lagi dong ke malam-malam berikutnya. Dihari berikutnya adek Aida malah bangun tengah malam karena pingin pipis. Ooohhhh so sweet banget sih. Jadi emak sih udah yakin Aida bebas diaper dari saat itu, namun emak masih mengujinya dalam beberapa hari untuk memastikan hasilnya. 

Conclusionnya : Bagi saya dan dek Aida tips2 itu effective.  Adek Aida mulai toilet training dari 18 Maret -  28 April 2017.1 bulan lewat 10 hari. Dan lulus TT diusia, 18 bulan lebih 3 hari. 


Jadi tipsnya apa aja nih?  Silahkan disimak tipsnya 


  • Kenalkan anak kepada toilet
  • Pilih pispot (kalo saya langsung ke toiletnya). 
  • Ajak anak saat Anda beraktivitas di toilet. 
  • Sounding terus, bahwa pipis dan eek harus di toilet
  • Dan ini yang jarang diingatkan, pastikan suasana hati dan kondisi tubuh bunda Vit ya. 

Semangat mencoba, antara tips dan implementasi selalu berbeda cerita ya. Yang jelas jangan lupa ajari anak membersihkan alat kelamin, mengguyur bekas pipis or BABnya. Tidak lupa juga ajari anak membersihkan tangan dengan sabun ya. Agar selalu bersih. 

http://www.alodokter.com/anak-anda-sudah-siap-diberikan-toilet-training

Kamis, 14 Desember 2017

,
Bismillahirrahmannirrahim

Bagaimanakah Visi dan Missi kita? Sudahkan kita menyusun kurikulum hidup untuk pengembangan diri ananda?
Pertanyaan pembuka yang menyentil batin saya.

Abah lilik memberi gambaran kurikulum pengembangan ananda, dimulai dari Prinsip dan nilai hidup, wawasan dan ilmu pengetahuan, skill/ketrampilan hidup, lalu Spesialisasi Diri.

Iman qobla adab
Adab qobla ilmu
Ilmu qobla amal

Tidak akan pernah Islam kelihatan mengasyikkan bagi anak, ketika ayahbunda pun tidak menyampaikan dengan mengasyikkan.
Dan orangtua yang asyik adalah yang sangat menghindari hal hal yang menyebabkan stress.
Mensikapi kehidupan dengan baik (walau pola fikir dan pola asuh masalalu sang ayah bunda sangat mempengaruhi hal ini)...

Beruntung sekali saya bertemu dengan @hijrah.ip hingga berkesempatan mendapatkan kulwap penuh gizi ini.

Menginggatkan kembali bahwa hal pertama yang harus ditanamkan dan diajarkan adalah hal yang nantinya akan dipertanggungjawabkan kelak.

Bukan soal ketrampilan baca, tulisdan hitung (calistung).  Hal tersebut adalah sekelumit adab di dunia. Melainkan menumbuhkan prinsip hidup yang mencintai Allah.

Kelak yang akan kita pertanggungjawabkan adalah andil kita dalam pengasuhan. Sehingga dianjurkan agar kita memperbaiki pola asuh kita. Anak milik Allah yang dititipkan kepada kita untuk diasuh. Dan Allahpun memberikan cara bagaimana mengasuhnya.

Banyak sekali point-point yang mengena dihati saya. Terutama ketika Abah Lilik menyampaikan bahwa yang dipertanggungjawabkan adalah andil kita bukan hasil. Setiap kita mengginginkan anak-anak seperti putra Ibrahim yang taat, namun ketika yang terjadi adalah seperti halnya nabi Nuh yang keturunannya durhaka. Itu sudah Qodarullah dan berfokuslah pada proses, perbaiki pola pengasuhan.

Sebagian besar bunda suka geregetan melihat anaknya yang tidak dalam jalur, uring-uringan dan memaksa agar sesuai harapan bunda. Terlupa bahwa anak adalah milikNya yang harus kita jaga dan asuh dengan sebaik-baik pengasuhan.

Kelak di yaumul akhir kita akan dibangkitkan dengan usia yang sama yaitu 33 tahun. Dan yang akan terlebih dahulu dihisab adalah peran kita sebagai orang tua bukan peran kita sebagai anak. Anak bisa durhaka kepada orang tua. Sedangkan kita durhaka kepada Allah.

Point yang tidak kalah penting adalah tentang bagaimana visi dan misi orang tua bisa disatukan. Abah menyampaikan bahwa persepsi ayah dan bunda tidak dapat disatukan, karena ayah dan ibu berasal dari keluarga berbeda dan berbeda gender. Akan tetapi bisa dilakukan dengan merendahkan hati, ayah menyesuaikan visi dan misi seperti Al-qur'an dan Hadist, begitu pula dengan bunda.  Kembali mempelajari tentang islam secara sederhana dan memahami 5 pilar pernikahan.

5 pilar pernikahan dan innerchild negatifnya akan disampaikan abah lilik dalam seminar dan coaching Klinik @hijrah.ip bersama telkomsel.


#HijrahParenting
#ChallengeHijrahParenting

Kenapa teringin sekali mengikuti seminar dan coaching clinic HIJRAH PARENTING (Reframing, reborn, Revolution) yang diselenggarakan oleh @hijrah.ip
dan Telkomsel. *****
Karena materinya sangat bagus yaitu :
• Memahami rangkaian pola pengembangan diri anak dari 0-15 tahun.
• Mengenal psikologi perkembangan anak di usia 0-15 tahun
• Memahami inner child dan pengaruh pola asuh masa lalu dalam pembentukan karakter anak.
• Menyusun kurikulum pengembangan diri ananda
*****
Dari kulwap kemarin saya ingin lebih paham mengenai 5 Pilar Pernikahan, yang abah sebutkan bahwa poin pertamanya adalah komunikasi intim yang positif.
Lalu Abah juga menyampaikan bahwa akan membimbing ayahbunda secara personal dalam menemukan inner child negatif dari pengaruh pola asuh masa lalu.
Dan materi yang terakhir itu menurut saya sangat saya butuhkan, yaitu menyusun kurikulum pengembangan diri ananda mulai dari 0-15 tahun. Agar bisa memperbaiki pola pengasuhan anak. Agar tidak hanya mengalir seperti air dan setidaknya kelak ketika dipertanggungjawabkan di yaumul akhir kita sudah memperbaiki pola pengasuhan. Tidak waste time lah, selalu yang Allah ridlo, yang kita upayakan.
#HijrahParenting
#ChallengeHijrahParenting

Senin, 04 Desember 2017

,
Assalamualaikum sahabat semua, 😍😍😍.
Perkenalkan, saya ibu yang masih katrok masih banyak belajar dalam pengasuhan anak. Padahal anak sudah 2 orang, tapi masih belum juga jadi ibu profesional masih abal-abal dan jauh dari kesempurnaan.

Belajar dan terus belajar itu hal yang saya lakukan. Membersamai anak, kisah saya adalah bagaimana anak2 tumbuh dan berkembang mulai dari dalam kandungan hingga kelak mereka dewasa. InshaAllah. Itupun jika Allah ridlo.

Searching n browsing tentang metode pengasuhan. Dan saya jatuh cinta pada 2 metide pengasuhan yaitu "Cara Nabi Muhammad Mendidik Anak dan metode" Montessori ".  Apa itu montessori methode?  Hal ini saya juga masih dalam tahap belajar dan perjenalan tapi juga saya implementasikan langsung. Minim ilmu tapi banyak action.

Untuk lebih paham dengan apa itu montessori, bisa bergabung dengan Club Montessori yang foundernya Miss Vina Lim Kusumo. Yang sudah melahirkan Buku "Montessori di Rumah"  Practical life seri dan Math Seri.

Bisa langsung klik disini  atau akun instagram @indonesiamontessori dari situ saya jadi lebih terarah mengajari anak seperti apa ya yang tidak hanya keren tapi mendidik. Hahaha 😂😂😂

Kenapa suka metode "Montessori",  karena ketika dipraktekin anak-anak suka, dan itu mengurangi waktu mereka ngebolang. Hasilnya emak juga kulit mukanya agak "putihan"  dikit. 😜😝😝😝😋

Practical life skill ini sangat disukai, digemari bahkan dicintai sama anak2 saya. Tapi kalo saya masih yang abal-abal yaa... peralatan yang digunakan biasanya sepunyanya emak. Huehuehue...

Cara belajar baca metode montessori dan cara berhitungnya juga dengan bermain, enjoylaah. Untuk memperkaya wawasan tentang montessori ini bisa cek ig mba @juliasarahrangkuti  atau disini buku2 karya beliau Rumah Main Anak dan Rumah Main Anak 2 benar2 menakjubkan. Emak jadi punya segambreng ide bermain yang mendidik. Ditambah buku yang bakal dilaunching dengan judul "Phonic base on Al- Qur'an"  yang masih dalam masa "Pre Order"  ini akan jadi buku keren of the year dan mommy2 harus punya jugak.

Hari ini anak2 sedang bermain bersama genk masing2. Emak masih gendong tas isi Iqro' mbak dari TPQ dan duduk di emperan rumah. Lagaknya nungguin anak tapi karena masing2 anteng dengan genk-nyaaa. Emak asyik ngeblog. Ini cerita pertama dari emak2 rempong.

Testing blog yang udah dari 2011 dibuat tapi tidak diopeni sama sekali. Muehehehe... Keterlaluan. Terima kasih ah buat mba Nurul Fauziah yang jadi cikgu saya kali ini fi komunitas Hijrah Islam Parenting bagian Writing. Muach-muach-muach deh
Dan untuk Blog Hijrah Islamic Parenting bisa dijumpai di Blog Hijrah Islamic Parenting

Follow Us @sukmanyamega